Kamis, 28 Februari 2019

Surprised

IPS & IPA

Chapter 1
Hari ini Shavira harus bersiap-siap untuk memasuki sekolah baru. Ia baru pindah dari Bandung ke Jakarta. Shavira sering berpindah-pindah karena pekerjaan ayahnya sebagai tentara namun itu tidak masalah, bagi Shavira berpindah pindah adalah hal yang menyenangkan.
Shavira sudah sampai didepan gerbang sekolah, ia kesal karena baru hari pertama ia masuk sekolah namun ia sudah telat. Gerbang sekolah sudah ditutup, tidak ada satpam yang berjaga. Namun ternyata yang telat bukan hanya dia, ada seorang cowo yang berbadan tinggi yang juga telat.
"Hei", sapa cowo itu.
"Hai"
"Lo murid baru ya?" tanyanya. Shavira mengangguk.
"Yaudah kita kan sama-sama telat, gue punya ide biar kita bisa masuk ke kelas. Ayo ikut gue." Ajak cowo itu sambil menarik tangan Shavira.
Shavira merasa heran, lalu cowo itu melepaskan genggaman tangannya. Sambil berkata
"eh maap".
Lalu Shavira mengikuti arah langkah cowo itu, sampailah mereka di suatu tempat. Tempat itu terletak di belakang sekolah. Ada pagar tembok yang sudah runtuh, namun tidak terlalu runtuh. Untuk cowo masih bisa untuk memanjatnya,  tetapi untuk cewe sepertinya perlu bantuan.
Shavira menatap tembok yang runtuh itu, dia tidak yakin apakah dia bisa memanjat tembok itu.
"Buruan naek, gue bantuin ko tenang aja"
Shavira akhirnya manjat tembok itu, kemudian dia loncat untuk turun. Sekarang giliran cowo itu yang manjat, Shavira nunggu cowo itu turun. Cowo itu akhirnya turun juga.
"Makasih yaa" ucap Shavira.
"Okee gue ke kelas duluan yaa"
Cowo itu meninggalkan Shavira dengan terburu-buru. Sekarang Shavira berjalan di koridor untuk menuju kelasnya, dia harus masuk ke kelas XII IPA 1. Saat masuk kelas ternyata suasana kelas sangat riuh, belum ada guru yang masuk. Shavira mencari bangku yang kosong, terlihat bangku kosong itu dibelakang, disamping murid cewe yang sedang membaca novel. Shavira menghampirinya.
"Hai, disini kosong?" Tanya Shavira.
"Eh iya kosong, duduk aja."
Shavira duduk dan langsung mempersiapkan alat alat tulis di meja.
"Lo murid baru ya?" Tanya cewe itu.
"Iya kenalin gue Shavira." Shavira mengulurkan tangannya lalu dibalas oleh cewe itu.
"Alessa"
Tak lama kemudian, seorang guru masuk ke kelas. Suasana tiba tiba menjadi hening. Guru itu menatap Shavira. "Kalian bisa liat ada murid baru disini, maju dan perkenalkan dirimu." Perintah Bu Dina.
Shavira bangun dari tempat duduknya kemudian dia berjalan ke depan kelas. Semua murid kelas itu menatap Shavira. Bermacam ekpresi  mereka tunjukkan,  ada yang bergosip, ada pula yang melamun.
"Hai, nama gue Shavira Anastasya, gue pindahan dari Bandung, semoga gue bisa berteman baik dengan kalian semua."
"Okee terimakasih Shavira" Ucap Bu Dina.
Shavira menggangguk kemudian kembali ke tempat duduknya.
Sekarang anak anak kelas XII IPA 1 sedang belajar Fisika dengan Bu Dina, Bu Dina itu walikelas mereka sekaligus guru Fisika. Setelah menjelaskan materi, Bu Dina memberikan soal latihan untuk mereka,  dan barangsiapa yang bisa mengerjakan soal itu di whiteboard maka akan mendapatkan nilai plus dari Bu Dina. Shavira termasuk murid yang pintar, akhirnya dia bisa mengerjakan salah satu dari lima soal yang diberikan oleh Bu Dina.
Shavira mengangkat tangan
"Bu, saya ingin maju nomor 1."
"Oh iya silahkan kedepan"
Shavira melangkah maju kedepan kelas menuju whiteboard kemudian mengerjakan soal. Tak lama kemudian murid yang lain juga menyusul untuk mengerjakan soal dari Bu Dina. Setelah semua soal terjawab maka Bu Dina memeriksanya untuk mengetahui apakah jawaban itu benar atau tidak sambil menjelaskan dengan singkat serta jika ada yang salah. Akhirnya bel pun berbunyi, jam pelajaran fisika sudah habis. Bu Dina keluar kelas diikuti oleh murid-murid kelas. Memang anak kelas XII IPA 1 jika jam pelajaran sudah habis mereka akan keluar kelas. Ada yang ke toilet juga ada yang ke kantin untuk jajan. Tak peduli meskipun bukan jam istirahat.
✨✨✨

Chapter 2
Wildan Ardiansyah Pratama, cowok eksis di SMA Nusa Bangsa, kelas XII IPS 1. Wajah tampannya membuat cewe klepek-klepek, dia adalah ketua osis yang sebentar lagi akan melepas jabatannya karena harus fokus dengan berbagai ujian yang dihadapi kelas XII.
Wildan selalu seperti ini, membolos pelajaran 15 menit setelah ganti jam pelajaran ke-1  pada pagi hari untuk berada di kantin dan menikmati jajanan kantin yang enak. Padahal dia itu ketua osis lho.
Alessa teman sebangku Shavira tiba-tiba lapar, kemudian dia pergi ke kantin. Di kantin Alessa tak sengaja bertemu Wildan, akhirnya Alessa menghampiri Wildan.
"Eh Dan, gue seneng soalnya sekarang gue ga duduk sendirian lagi."
"Ko bisa?"
"Iya tadi di kelas gue ada murid baru, cewe lagi."
Wildan langsung berpikir, sepertinya yang dibicarakan Alessa itu adalah cewe yang waktu pagi telat masuk sekolah, terus bareng sama dia.
Entah kenapa hati Wildan seperti ingin tahu segala hal mengenai Shavira, seperti ada ketertarikan tersendiri ketika pertama kali melihat Shavira. Shavira memang tak terlalu cantik seperti cewe-cewe populer di SMA Nusa Bangsa. Namun ada suatu hal yang membuat Wildan tertarik.
"Gue ke kelas duluan yaa" ucap Alessa
15 menit berlalu, Wildan harus kembali ke kelasnya. Sebenarnya ia sangat malas jika harus kembali ke kelas tapi mau bagaimana lagi daripada dia kepergok kepala sekolah. Nanti urusannya semakin panjang, apalagi dia kan ketua osis.
Wildan masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Dia pergi ke kantin bersama teman-temannya kali ini, setelah membeli jajanan ia nongkrong di depan koperasi,  tempat itu memang menjadi andalan untuk nongkrong apalagi untuk anak-anak cowo ips. Selain teduh, ditempat itu juga bisa melihat orang yang lalu lalang, bisa mencari gebetan hehe.
Shavira pergi ke kantin bersama Alessa, Christal,  dan Veronica. Christal dan Veronica adalah teman baru Shavira, ia baru kenal mereka tadi, ketika jam pelajaran Biologi dikarenakan disekelompokan oleh Pa Wihan. Christal dan Veronica adalah siswi yang hitz karena selain cantik, mereka juga pintar.
Sebelum sampai di kantin, mereka harus melewati koperasi dan tempat tongkrongan anak ips. Ketika melewati depan koperasi tiba-tiba Shavira melihat Wildan yang sedang menatapnya kemudian Shavira tersenyum yang dibalas senyum balik oleh Wildan.
Wildan tiba-tiba merasa senang dan merasa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya.
"Eh lo pada tau gak tentang anak baru yang masuk kelas ipa?" Tanya Wildan
"Gak sih" sahut Reza.
Reza adalah anak paling nakal kedua setelah Wildan. Dia juga sekelas dengan Wildan. Sebenarnya semua anak ips yang nongkrong disitu itu anak yang paling sering membuat onar di sekolah. Mereka nakal sekali, sering masuk ruang BP juga.
"Itu yang barusan lewat bareng Christal, Veronica, sama Alessa"
"Oh yang paling kanan kan"  Sahut Haikal
"Iyaa gue pengen tau siapa namanya" Jawab Wildan
"Lo tinggal nanya aja ke Alessa, lumayan juga anaknya Dan, cantik sih menurut gue. Boleh juga tuh" Ucap Haikal
"Naksir lo Dan?  haha" Ucap Reza
"Gak juga, yaelah gue cuma nanya"
"Yaudah kalo gamau, mending buat gue aja" Ucap Haikal
Haikal memang jelalatan. Liat cewe cantik dikit, dia deketin. Tapi sayangnya para cewe tidak menerima Haikal karena mereka tau kalau Haikal itu buaya.
"Hah dasar lo,  lo itu gak pernah berubah dari dulu Kal." Ucap Wildan
Selesai makan di kantin, Shavira kembali ke kelas. Dia melewati tempat tongkrongan itu. Ketika lewat tiba-tiba ada yang memanggil Alessa.
"Alessa!" panggil Wildan
Alessa mencari arah suara itu, terlihat dari sekerumunan orang yang sedang nongkrong ternyata yang memanggilnya adalah Wildan.
Alessa langsung menghampiri Wildan, Wildan juga sama langsung bangkit dari duduknya. Kemudian Wildan mengajak Alessa untuk bicara berdua, sedangkan Shavira dan yang lainnya hpergi duluan ke kelas.
"Al cewe baru itu siapa namanya? hehe"
"Kepo dehh, lo naksir sama dia?"
"Yaelah gak Al, gue cuma nanya soalnya pas pagi dia telat masuk kelas bareng gue."
"Oh nama dia Shavira" jawab Alessa.
 Sebenarnya dalam lubuk hati yang paling dalam, Alessa merasa cemburu karena jarang-jarang Wildan menanyakan tentang cewe, apalagi ini anak baru. Alessa dan Wildan memang cukup dekat namun hubungan mereka hanya sebatas teman meskipun sebenarnya Alessa menaruh hati pada Wildan. Wildan terkenal dingin dengan para cewe yang histeris jika melihatnya. Alessa takut jika Wildan mengetahui perasaannya maka hubungan mereka tidak akan sedekat ini, Alessa sudah senang kalau bisa sedekat ini dengan Wildan, dia tidak mau kedekatan ini hancur karena sebuah perasaan suka yang menghantuinya.
"Oh yaudah sana gih lo balik ke kelas, temen-temen lo udah pada duluan tuh."
"Yaudah iya gue duluan"
Wildan sudah mengetahui nama cewe itu, sekarang dia berpikiran untuk mendekati cewe itu. Kemudian dia kembali ke tempat tongkrongan itu sambil membuka hp, dia ingin mengetahui sosial media Shavira, lucu memang kalau cowo sudah jatuh cinta. Selalu ingin mencari tahu apapun. Wildan membuka instagram dan mencari nama Shavira, kemudian muncul nama pengguna instagram @Shaviranas.tasya kemudian Wildan langsung menfollow akun cewe itu. Tak lama kemudian, Shavira meng acc akun Wildan. Namun Shavira tidak memfollbacknya.  Akun Shavira itu memang privasi, dan dia tidak sembarang memfollback orang. Mengetahui bahwa dirinya tidak di follback maka Wildan mengirimkan DM ke Shavira.



Karena ada notif dari instagram, Shavira kembali membuka akun instagramnya, dia kaget kenapa cowo yang pas pagi bersamanya itu mengetahui namanya. Tak terlalu memikirkan akhirnya Shavira membalasnya.



















Pa Hendi itu guru Matematika, dia memang terkenal killer,  jika dia tidak tegas maka murid-murid akan menyepelekannya, gawat kalau pelajaran Matematika disepelekan, mau jadi apa bangsa ini hehe.



Shavira mengikuti pelajaran Matematika namun pikirannya sedikit terganggu sambil tersenyum-senyum, dia heran Wildan itu sangat baik dan tampan.
Bel pulang sekolah berbunyi,  semua murid SMA Nusa Bangsa berbondong bondong menuju gerbang untuk pulang. Shavira biasa dijemput oleh Pa Asep, supir pribadinya. Sambil menunggu Pa Asep dia duduk di halte. Seharusnya Pa Asep menjemput Shavira jam 3 namun ternyata Pa Asep telat karena ban mobil bocor, jadi Shavira harus menunggu cukup lama.
Ketika Shavira bermain hp, tiba-tiba ada motor ninja berwarna merah yang berhenti di depannya, Shavira langsung melihat ke arah itu. Yang mengendarai motor ninja itu langsung membuka kaca helm fullfacenya dan berbicara
"Nungguin siapa lo?"
"Nunggu jemputan" Jawab Shavira
"Mau gue anterin gak, gue kasian liat lo soalnya sekarang udah sore banget"
"Gausah soalnya yang jemput gue udah disekitar sini"
"Yaudah gue cabut duluan ya"
Shavira mengangguk.
Tak lama kemudian Pa Asep datang, Shavira langsung menaiki mobil tersebut. Akhirnya Shavira sampai dirumah. Dia rebahan di kasur yang nyaman itu sebentar, rasanya lelah sekali hari ini.
✨✨✨
Chapter 3
Banyak siswa yang berkumpul di pinggir lapangan, Shavira penasaran. Dia bergegas menuju pinggir lapangan, kaget melihat Wildan yang sedang berkelahi dengan Bagas. Bagas adalah siswa XI IPS 1, Bagas itu sangat tidak sopan terhadap kakak kelas, maka dari itu Wildan sangat tidak menyukai sikap Bagas. Senakal apapun seorang cowo, harus tetap memiliki sikap sopan santun, itulah prinsip Wildan.
Jantung Shavira berdegup kencang, dia sangat ketakutan. Muka Bagas hancur, darah segar bercucuran dari hidungnya. Wildan terus memukuli Bagas, Bagas sempat memukul balik tetapi luka di tubuh Wildan tidak separah Bagas. Wildan hanya mengalami memar dan luka kecil. Kemudian datang Pa Hendi menghentikan perkelahian itu.
"Stop! apa-apaan kalian ini!" Teriak Pa Hendi.
Semua murid bubar, kemudian Bagas dan Wildan masuk ke ruang Bp.
"Wildan dan Bagas lagi, ibu bosen liat kalian. Kalian bosen gak sih dipanggil ke ruang bp terus"
"Lumayan bu bisa mabal beberapa menit" Ucap Wildan
"Wildan! Kamu itu ketua osis, seharusnya kamu kasih contoh yang baik."
"Kamu juga, Bagas. Kamu itu baru kelas XI tapi kamu udah sering masuk Bp" lanjut Bu Farda
"Setelah ini kalian ke ruang UKS buat ngobatin luka kalian, terus lanjut ke toilet. Kalian Ibu hukum! Bersihin toilet, kalian berdua Ibu kasih poin 25! Sengit Bu Farda.
Mereka bergegas keluar dari ruang Bp, dan menuju UKS. Ternyata Shavira mendengarkan pembicaraan Bu Farda dengan Bagas dan Wildan. Sebelum Wildan dan Bagas ke ruang UKS,  Shavira sudah lebih dulu berada disana. Ketika sampai di UKS, Wildan kaget karena ternyata ada Shavira disana.
"Eh lo ngapain disini?" Ucap Wildan
"Gue lagi mau nyari obat sakit perut, biasa cewe"
Shavira sengaja berbohong, sebenarnya dia ingin membantu mengobati luka Wildan.
"Eh lo luka parah, harus cepet diobatin.Bentar,  gue panggilin anak UKS ya"
Shavira memanggil salah satu anak UKS yang sedang freeclass, ada satu anak yang sedang freeclass maka Shavira mengajak anak itu ke ruang UKS.
Sesampai disana petugas UKS harus mengobati orang yang terluka lebih parah. Bagas lah yang lebih parah, maka Wildan mengobati lukanya sendiri dulu. Shavira menghampiri Wildan dan berkata
"Sini gue bantuin"
"Gausah gue bisa sendiri" jawab Wildan
Tetapi Shavira tetap mengambil kapas yang ditetesi alkohol kemudian dibersihkannya luka yang ada pada wajah Wildan.
"Maap ya agak sedikit sakit, tahan aja dulu"
"Aww" teriak Wildan
Wildan tak menyangka, Shavira begitu baik. Kemudian Shavira mengambil plester untuk menutupi luka Wildan.
"Makasii ya" ucap Wildan. Savira mengangguk.
"Yaudaa gue cabut duluan ya soalnya gue takut Pa Hendi udah masuk kelas." Ucap Shavira
"Iyaa tapi gue ikut, sekalian gue mau ke toilet, gue dikasih hukuman suruh bersihin toilet."
Shavira tertawa, kebetulan toilet itu berada tak jauh dari kelas Shavira. Ketika sampai di depan pintu toilet,  Wildan berkata
"Gue masuk duluan ya"
"Iyaa sana bersihin toiletnya yang bersih ya haha"
"Awas lo, malah ngetawain gue"
Shavira melanjutkan melangkah menuju kelasnya. Di kelas untungnya Pa Hendi belum datang, jadi dia tak perlu mendengarkan omelan Pa Hendi.
Tak lama kemudian Pa Hendi masuk ke kelas, suasana menjadi hening.
"Buka buku paketnya hal. 77, perhatikan!" Ucap Pa Hendi
Semua murid sangat memperhatikan pelajaran Matematika, tidak ada satu pun yang asyik sendiri.
Bel pergantian pelajaran berbunyi. Wildan baru saja selesai membersihkan toilet, dia langsung bergegas ke kantin, dia lelah jadi harus mengisi energi terlebih dahulu.
Wildan menikmati makanan dan minuman di kantin, tiba-tiba Wildan memikirkan sesuatu. Memikirkan kebaikan Shavira, dia ingin membalas kebaikan itu. Maka dia akan mentraktir Shavira di kantin hari ini.
✨✨✨

Senin, 25 Februari 2019

Esai

Perubahan sosial akibat televisi

Televisi merupakan salah satu sarana bagi media massa untuk menyampaikan perkembangan informasi bagi seluruh masyarakat, dengan tampilan audio visual yang membuat sebuah acara lebih hidup dan menjangkau ruang lingkup yang luas. Namun terkadang malah menimbulkan suatu implikasi negatif bagi masyarakat jika penyampaian pesan tidak sesuai dengan aturan aturan penyiaran. Pada saat sekarang ini stasiun televisi semakin bertambah banyak, yang membuat sebuah persaingan untuk saling merebut perhatian pemirsa dengan menyajikan tayangan yang memuat nilai informasi, pendidikan serta hiburan. Tetapi semakin tinggi nilai persaingan tersebut malah membuat pihak pihak stasiun televisi melupakan hal'hal tersebut, dan lebih mengutamakan nilairating program acara. Akibat dari nilai rating tersebut membuat pihak stasiun menampilkan program yanghanya perlu mengeluarkan biaya sedikit namun disukai oleh para penonton, sedangkan acaradengan kualitas bagus dan memerlukan biaya banyak malah memiliki rating yang rendahsehingga program tersebut harus dihentikan.Salah satu contoh negara yang termasuk kecanduan menonton televisi adalah indonesia,dengan segala program acara yang diminati membuat banyak masyarakat indonesia lebih memilih menonton acara tersebutdibandingkan bergaul dengan orang orang sekitar lingkungannya. Hal tersebut dapat merubah pola pikir dan sikap sosial masing'masing individu. Perubahan sosial yang lebih besar terlihat pada anak'anak hinggatingkat usia remaja, yang dapat terlihat dari bentuk kata'kata yang tidak baik, tingkah laku dan pergaulan yang didapatkan mereka dari melihat suatu program acara tanpa memilah mana yang baik untuk ditiru atau tidak.Permasalahan seperti ini dapat memberi dampak buruk bagi generasi muda selanjutnya,dan masih merupakan hal yang sulit untuk menemukan solusinya. Untuk saat ini solusi yangdapat dilakukan bisa dengan cara menghabiskan waktu luang bersama keluarga, serta  pemerintah harus membatasi tayangan program televisi dan memperbanyak tayangan acara yang lebih bersifat edukasi.

Minggu, 24 Februari 2019

Editorial

Pentingnya Pendidikan Karakter

Zaman sekarang banyak hal tak patut yang terjadi di negara ini seperti korupsi, suap, dan sebagainya. Anehnya, pelaku kejahatan tersebut adalah orang pintar yang namanya bergelar dari universitas terkenal.
Memandang fenomena yang terjadi, agaknya ada yang salah dengan pola pendidikan formal di negara ini dan harusnya sudah ada kajian ulang. Pola pendidikan terlalu menekankan pada ilmu duniawi. Yang menghasilkan orang pintar, namun tidak memiliki budi pekerti baik
Akibatnya orang pintar justru menjadi jahat, bersikap seperti maling, menindas kaum lemah. Padahal harusnya merekalah yang menjadi penolong dan pemimpin yang dapat memberikan manfaat bagi umat.
Banyak orang terhormat di negara ini yang tertangkap basah melakukan tindak korupsi ataupun penyuapan. Bahkan mereka yang bergelar pendidikan tinggi dan mengaku sebagai alim ulama, tetapi bertindak memalukan dan merugikan rakyat banyak.
Bahkan banyak yang melakukan kejahatan ini bersama dengan teman sejawat yang katanya juga terhormat. Mirisnya, kala ditangkap oleh pihak berwajib, tetap saja memasang wajah tanpa dosa dan sanggup menebar senyum. Seolah tak miliki rasa bersalah dan justru senang dengan apa yang telah diperbuat.
Memang mereka sudah kehilangan akal dan tak lagi memiliki urat malu. Karenanya sangat perlu untuk memperbaiki sistem pendidikan formal yang tak hanya mementingkan hasil. Melainkan juga proses agar dapat mencetak generasi yang cerdas dan berbudi pekerti baik.

Kamis, 21 Februari 2019

Artikel

Manfaat Lidah Buaya Untuk Kulit Berjerawat

Lidah buaya adalah salah satu obat jerawat yang terkenal.
Bagaimana lidah buaya dapat mengobati jerawat?
Lidah buaya mengandung hormon giberelin dan polisakarida yang bertindak sebagai antibakteri untuk membantu membunuh bakteri penyebab jerawat. Ini adalah zat alami yang juga membantu untuk menghilangkan minyak berlebih, kotoran, dan sel kulit mati yang selanjutnya menyebabkan gumpalan pada pori-pori kulit dan menyebabkan infeksi bakteri.
Lidah buaya jenis apa yang baik untuk perawatan jerawat?
Selalu gunakan gel lidah buaya segar yang diambil langsung dari daun lidah buaya.
Cara menggunakan lidah buaya untuk jerawat
Sejak dulu, banyak orang menggunakan lidah buaya untuk jerawat.  Nah cara menggunakannya mari kita simak tips dalam artikel ini.

Cara 1: Lidah buaya segar
Ambil daun lidah buaya baru dan tekan untuk mengeluarkan gelnya.
Kemudian oleskan gel tersebut pada bagian kulit yang terinfeksi jerawat.
Ulangi proses dua kali sehari setidaknya selama seminggu untuk menghilangkan jerawat.

Cara 2: Dicampur lemon
Ambil daun lidah buaya dan tekan keluar gelnya
Letakkan gel dalam blender.
Tambahkan satu buah perasan lemon kemudian campurkan.
Kemudian simpan losion lidah buaya ini dalam kulkas.
Oleskan losion pada wajah Anda seperti masker wajah setiap malam sebelum tidur
Diamkan selama semalam dan bersihkan wajah Anda pada pagi harinya.
Ulangi proses secara teratur, hingga Anda sembuh dari jerawat dan tidak meninggalkan luka.
Nah mudah bukan?  Selamat mencoba dirumah dan semoga jerawat di wajah kalian cepat hilang yaa

Surat Lamaran Pekerjaan

  Kuningan, 07 Oktober 2022


       Hal : Lamaran Pekerjaan
       Yth. Kepala Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung


      Dengan hormat,
            Sehubungan dengan adanya lowongan pekerjaan di Rumah Hasan Sadikin yang Bapak/Ibu pimpin, saya bermaksud ingin membuat permohonan lamaran pekerjaan sebagai Apoteker. Adapun data pribadi saya sebagai berikut.

Nama                               : Veni Oktaviani
Tempat/Tanggal lahir   : Kuningan, 07 Oktober 2000
Agama                             : Islam
Pendidikan Terakhir    : S1 Apoteker
Alamat                             : Jalan Krikil Desa Cilimus Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuingan
Nomor HP                       : 089642680670

          Bersama ini saya mengajukan permohonan untuk dapat diangkat menjadi Apoteker. Berkaitan dengan hal tersebut, bersama ini saya sertakan kelengkapan berkas sebagai berikut :
1. Daftar Riwayat Hidup 1 lembar;
2. Fotokopi KTP 1 lembar;
3. Fotokopi Kartu Kuning 1 lembar;
4. Fotokopi surat keterangan SKCK 1 lembar;
5. Fotokopi ijazah 1 lembar;
6. Fotokopi Transkip Nilai 1 lembar
7. Pas foto 3x4 1 lembar;

          Demikian permohonan ini saya buat, selanjutnya besar harapan saya untuk menjadi Apoteker di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya ucapkan banyak terimakasih.






                                                                                                                                                            Hormat saya,




                                                                                    Veni Oktaviani